Sore hari di Taman…..
“Hompimpa alaium Gambreng! Nek Ijah pake baju Rombeng.. Makan Nasi goreng, Sendiri Jaaaaga!!!” Mereka diam. Lalu… “Waa!! Dika Jaga!!” Fila melanjutkan lagi, “Ayo Dika! Mau hitung lima puluh lambat atau Seratus cepat?” Tanya Fila lagi. “Mmm….. Seratus cepat saja, deh!!” jawab Dika kemudian.
Tak Lama setelah Dika Jaga, Azan Maghrib berkumandang. “Yah.. Azan.. Oke, deh! Oh,Iya! Kika, Dinda, Dika, Fila! Besok,kan Hari Sabtu, kita Bertemu di Taman Lagi, Ya! Tempatnya…” Sarah terdiam sejenak. “Rumah Pohon!!” Tiba tiba Salma melanjutkan. “Iya! Di Rumah Pohon saja!” Kata Fila, Kika, Dinda, dan Dika.
Dirumah Sarah dan Salma…
“Sar, Memangnya Untuk apa, sih pakai janji janjian segala??” Tanya Salma yang asyik memotong kukunya, “He….he…he… Ada, deh…..!!” Kata sarah dengan mimik penuh rahasia…..
Besoknya, mereka berenam sudah berkumpul di rumah Pohon yang dibuat diatas pohon Beringin yang sudah tua umurnya, disanalah ‘Markas’ enam anak anak perempuan sepuluh tahun itu berkumpul untuk Membicarakan sesuatu, Bermain, dan membaca.
“Nah, Looo….. Sarah, kemarin malam kamu kan sudah berjanji, apa yang akan kamu bicarakan sekarang….???” Salma penasaran. “Oh, Iya! Nah… Kemarin Lusa, aku membaca buku, buku itu… sudah Tua, dan hampir hilang tulisannya, dan ditulis dengan Pena! Sampulnya sudah Koyak, judulnya sudah tidak kelihatan lagi….” Sarah mendesah pelan. “Ayo, Teruskan!” Pinta Fila. “Oke… Aku membacanya, dan.. Oh ya! Hampir Lupa! Aku mendapatkan buku tua itu, dari kakak! Kak Marsha mendapatkannya dari tukang loak, Dan…” “Kamu membaca buku aneh itu, lalu berlari ke Kak Marsha!! Nah lo…. Takut, yaa??” Salma mencoba menggoda Sarah. “Husss!! Enak saja, dasar Salma! Aku Lanjutkan, ya! Kak Marsha bilang, ini Buku AJAIB!” Sarah ingin melanjutkan, tapi Kika menyela. “Okay, kita sudah tahu semuanya, ayo, sekarang, daripada ngabisin waktu disini, baca buku itu, yoo!! Setuju??” Kata Kika santai. “Ogah, ah! Siapa tahu, tuh buku punya kekuatan, dan menghisap kita! Hiyyy…..” Dika yang rada penakut itu bergidik ngeri. “Yee…. Kayak gituan kok takut, sih?? Gitu tok, koo!” Sembur Fila, lalu melanjutkan, “Aku, sih, siapa takuut!!! Ayo dong, Dika! Gitu aja! Kan kita kita belum mencobanya!!!”
“Iya, Dik! Kita kan belum mencobanya!!” Dukung Salma. “Umm….. Ya sudah, deh!! Aku tidak takuut!!! Ayo! Aku bersemangat, nih! Let’s go!!!” “YIPPPY!!!!!” sekalian saja, lantai rumah pohon yang sudah cukup reyot itu bergetar….
:0
“Nah, ini loh buku yang aku ceritakan! Dika, kamu kan gampang melihat yang buram, deh! sepertinya…..” Sarah Meniup debu yang menghias bingkai buku dan sampul buku. “Uhuk uhuk! ugh… Uff!!! Banyak banget sih Debunya!!” gerutu Salma. “Ya…. Gitu deh…!!
Singkatnya, Mereka lalu Membuka buku tua itu, dan… ada tulisan! Bacanya:
PERHATIAN!!!!!!
Jika mau membuka buku ini, Hati hati pada halaman 4, 8, 14, 18, 24, dan 28!!! karena, kalau membuka buku ini ada enam orang anak, mereka akan tersedot satu per satu!! dan….. tulisan peringatan selanjutnya sudah tidak terbaca lagi.
“Hiyy…… Bagaimana, nih teman teman…. kita.. kita… kan be..ber..enaamm…..” Salma ngeri sekali membacanya. “Sudahlah, tak ada yang perlu ditakutkan, kita, kan Jagoan!” Bujuk Kika. “Iya, benar!!”
“Ya… deh… ayo kita buka!”
Halaman 4 dibuka. Sarah merasa seperti disedot. dan…. “AAAAAAA!!!!!!” Sarah tersedot buku itu. “Saraah!!!!” Salma menangis. “Cup.. cup… Salma, tak apa apa, Insya allah, Sarah bisa keluar, ya…!” Dan, halaman 8 dibuka. Ya ampuun… Salma! ia tersedot dengan sengaja, dan, Salma dikeluarkan lagi karena bukan dia yang harus disedot buku itu. ternyata, yang disedot itu Fila!! Fila yang sedang asyik ngemil, tersedot. Toples Biskuitnya ikut tersedot, tapi sebagian Tumpah dilantai kamar Si Kembar! Hi.. Hi… Hi..
Powered by Zoundry